18.29

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN


Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemampuan untuk tujuan kelompok (George R. Terry)
Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang2 agar mau bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan (Ordway Ted)
Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (Harold Koontz dan Cyril O’Donnell)
Kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memotivasi individu2 serta kelompok2 untuk mencapai tujuan yang diinginkan (John D. Pfiffner & Robert Presthus)
UNSUR KEPEMIMPINAN
Adanya pemimpin (Leader)
Adanya pengikut (follower)
Adanya sifat atau perilaku tertentu (dari pemimpin, sebagai penggerak)
Adanya situasi dan kondisi tertentu (lingkungan internal dan eksternal)

SIFAT PEMIMPIN Ordway Tead
1.Memiliki kekuatan fisik dan mental
2.Paham arah dan tujuan
3.Antusiasme
4.Ramah tamah dan efektif
5.Memiliki integritas (terpercaya)
6.Memiliki keahlian teknis
7.Cepat dan tepat dlm pengambilan keputusan
8.Cerdas
9.Cakap mengajar
10.Setia
SIFAT PEMIMPIN John D. Millet
1.Kemampuan melihat perusahaan (organisasi) secara keseluruhan
2.Kemampuan mengambil keputusan2
3.Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang
4.Kemampuan menanamkan kesetiaan pada perintah

SIFAT PEMIMPIN Keith Davis
1.Cerdas (intelligence)
2.Kematangan dan keluasan pandangan sosial (social maturity and breath)
3.Mempunyai motivasi dan keinginan mencapai sukses yang berasal dari dalam dirinya (inner motivation and achievement desires)
4.Mempunyai sikap perilaku yang suka menjalin hubungan antar manusia (Human relations attitudes)

TEORI LAHIRNYA PEMIMPIN
Teori orang besar (the great men theory) atau Teori bakat (trait theory)
Seorang pemimpin dilahirkan, berasal dari keturunan pemimpin
Bakat memimpin dan sifat pemimpin yang diperlukan sudah didapat sejak lahir

Teori Situasi (situational theory)
Seorang pemimpin tidak harus keturunan pemimpin
Dia jadi pemimpin karena situasi yang menguntungkan
Pemimpin bukan dilahirkan, tetapi dapat diciptakan
Teori Ekologi
Seseorang memang dapat dibentuk menjadi seorang pemimpin
Banyak pemimpin yang gagal karena tidak mempunyai jiwa kepemimpinan
Pemimpin yang baik harus mempunyai bakat kepemimpinan yang diperoleh dari alam

GAYA KEPEMIMPINAN Ronald Lippits dan Ralph K. White

1.Otoriter (Authoritarian), Otokratis (Autocratic), Diktator (Dictatorial)
2.Demokratis (Democratic)
3.Liberal, Kebebasan (Laissez-faire), Bebas-kendali (free-rein), Kebebasan (Libertarian)

CIRI KEPEMIMPINAN OTORITER

1.Wewenang mutlak terpusat pada pimpinan
2.Keputusan selalu dibuat oleh pimpinan
3.Kebijakan selalu dibuat oleh pimpinan
4.Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
5.Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan, atau kegiatan para bawahanya dilakukan secara ketat
6.Prakarsa harus selalu datang dari pimpinan
7.Tiada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pertimbangan atau pendapat
8.Tugas2 bagi bawahan diberikan secara instruktif
9.Lebih banyak kritik daripada pujian
10.Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat
11.Cenderung adanya paksaan, ancaman dan hukuman
12.Kasar dalam bertindak
13.Kaku dalam bersikap
14.Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan

Keuntungan: cepat dan tegas dalam membuat keputusan, dan bertindak sehingga produktivitas cepat meningkat

Kerugian: suasana kaku, tegang, mencekam, menakutkan, ketidak puasan, merusak moral, meniadakan inisiatif, menimbulkan permusuhan, agresivitas, keluhan, absen, pindah dan tidak puas

Kepemimpinan otoriter hanya tepat diterapkan dalam organisasi yang sedang menghadapi keadaan darurat karena sendi2 kelangsungan hidup organisasi terancam, apabila keadaan darurat telah selaesai gaya ini harus segera ditinggalkan

CIRI KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS

1.Wewenang pimpinan tidak mutlak
2.Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
3.Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
4.Kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
5.Komunikasi berlangsung timbal-balik antar pimpinan dan bawahan
6.Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku perbuatan atau kegiatan bawahan dilakukan secara wajar
7.Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
8.Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat
9.Tugas2 kepada kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan daripada instruktif
10.Pujian dan kritikan seimbang
11.Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas kemampuan masing2
12.Pimpinan meminta kesetiaan bawahan secara wajar
13.Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak
14.Terdapat suasana saling percaya, saling hormat menghormati dan saling harga menghargai
15.Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan bawahan

CIRI KEPEMIMPINAN LIBERAL
1.Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan
2.Keputusan lebih banyak dibuat oleh bawahan
3.Kebijakan lebih banyak dibuat oleh bawahan
4.Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahanya
5.Hampir tiada pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan yang dilakukan para bawahan
6.Prakarsa selalu datang dari bawahan
7.Peranan pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok
8.Kepentingan pribadi lebih utama daripada kepentingan kelompok
9.Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang per orang

Bagaimana sifat atau perilaku ini sampai dimiliki oleh seseorang, banyak teori yang pernah dikemukakan. Lahirnya seorang pemimpin memang telah sejak lama menjadi objek studi bebagai ahli. Beberapa teori yang pernah diajukan, adalah:
1. Teori orang besar atau teori bakat
Teori orang besar (the great men theory) atau teori bakat (trait theory) ini adalah teori klasik dari kepemimpinan. Di sini disebutkan bahwa seseorang pemimpin dilahirkan. Artinya bakat-bakat tertentu yang diperlukan seseorang untuk menjadi pemimpin diperolehnya sejak lahir. Disebutkan pula bahwa pada orang tersebut terdapat gene tertentu yang memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang diturunkan oleh orangtuanya yang juga seorang pemimpin. Dengan perkataan lain seorang pemimpin hanya lahir dari garis keturunan para pemimpin, sedangkan orang biasa tidak mungkin dapat menjadi pemimpin, karena tidak memiliki gene yang diturunkan tersebut.
2. Teori situasi
Bertolak belakang dari teori orang besar atau teori bakat ini adalah teori situasi (situasional theory). Teori ini muncul sebagai hasil dari pengamatan, dimana seseorang sekalipun bukan keturunan pemimpin, ternyata dapat pula menjadi pemimpin yang baik. Hasil pengamatan tersebut menyimpulkan bahwa orang biasa yang jadi pemimpin tersebut adalah karena adanya situasi yang menguntungkan dirinya, sehingga ia memiliki kesempatan untuk muncul sebagai pemimpin.
Tindak lanjut dari teori situasi ini adalah perlunya menciptakan situasi yang mendukung, jika ingin munculkan seorang pemimpin. Situasi tersebut dapat diciptakan, jika ingin munculkan seorang pemimpin. Situasi tersebut dapat diciptakan dengan memanipulasi lingkungan dan atau meningkatkan diri sendiri, sehingga berbeda bermakna dengan lingkungan. Dalam upaya membedakan diri dengan lingkungan tersebut termasuk faktor belajar dan bekerja keras, sehingga dengan demikian seorang pemimpin tersebut bukan dilahirkan,melainkan dapat diciptakan.
3. Teori ekologi
Sekalipun teori situasi banyak dianut kini, dan karena itu masalah kepemimpinan banyak manjadi bahan studi, namun dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan adanya seseorang yang setelah berhasil dibentuk menjadi pemimpin, ternyata tidak memiliki kepemimpinan yang baik. Hasil pengamatan yang seperti ini melahirkan teori ekologi, yang menyebutkan bahwa seseorang memang dapat dibentuk untuk menjadi pemimpin, tetapi untuk menjadi pemimpin yang baik memang ada bakat-bakat tertentu yang pada diri seseorang yang diperolehnya dari alam.


Gaya Kepemimpinan
Telah disebutkan bahwa kepemimpinan tersebut dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan perilaku antara seseorang dengan orang lainnya tidak persis sama, maka gaya kepemimpinan (leadership style) yang diperlihatkan pun tidak sama pula. Bertitik tolak dari pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku pendapat adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan perilaku tersebut, maka dalam membicarakan gaya kepemimpinan yang untuk bidang administrasi sering dikaitkan dengan pembicaraan tentang perilaku.
Berbagai kajian tentang hubungan keduanya ini telah banyak dilakuakan. Salah satu diantaranya adalah yang dilakukan oleh Duoglas Mc Gregor. Dalam bukunya berjudul “The Human Side of Enterprise” (1960), Mc Gregor menyebutkan bahwa pada umumnya perilaku seseorang dalam suatu organisasi dapat dikelompokan dalam dua kutub utama yang olehnya disebut sebagai teori X dan teori Y. Ciri-ciri perilaku yang dimiliki oleh masing-masing kutub tersebut jika disederhanakan dapat dilihat dalam table.




Tergantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi dan atau yang dimiliki oleh pemimpin, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin dengn pemimpin lainnya. Berbagai gaya kepemimpinan tersebut jika disederhanakan dapat dibedakan atas macam yaitu:
1. Gaya kepemimpinan dikitator
Pada gaya kepemimpinan dictator (dictatorial leadership style) ini supaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan serta ancaman hokum. Tidak ada hubungan dengan bawahan, karena mereka diangap hanya sebagai pelaksana dan pekerja saja. Jika ditinjau dari rumusan Mc Gregor, gaya dictator ini adalah bentuk ekstrim pelaksanaanteori X.
2. Gaya kepemimpinan autokratis
Pada gaya kepemimpinan autokratis (autocratic leadership style) ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari bawahan tidak pernah dibenarkan. Pada dasarnya sifat yang dimiliki sama dengan gaya kepemimpinan autokratik ini juga merupakan pelaksanaan teori X dari Mc Gregor.
3. Gaya kepemimpinan demokratis
Pada gaya kepemimpina demokratis (democratic leadership style) ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengmbilan keputusan yang dilakukan secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik. Jika ditijau dari rumusan Mc Gregor, gaya kepemimpinan ini adalah sesuai dengan teori Y.
4. Gaya kepemimpinan santai
Pada gaya kepemimpinan sanatai (laissez-faire leadership style) ini peranan pimpinan hamper tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap anggota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing pula. Ditinjau dari rumusan Mc Gregor, gaya kepemimpinan ini adalah pelaksanaan ekstrim dari teori Y.


0 komentar:

Poskan Komentar